alhamdulillah …
Alloh SWT. telah mengkaruniakanku seorang Istri sholihah sebagai nikmat yang luarbiasa dalam hidupku. tidak hanya itu, sudahku buktikan sebagaimana sabda Rosululloh SAW. bahwa keluargaku adalah surga bagiku” telah kudapatkan. Alhamdulillah …
tidak hanya cantik fisiknya tetapi juga yang paling penting adalah cantik hatinya. itulah mengapa aku pilih dia.
kami menikah pada penghujung bulan dzulhijjah yakni tanggal 30 tahun 1426 H atau bertepatan dengan tanggal 30 Januari 2006. alhamdulillah … walau kami tak saling kenal terlebih dahulu, apalagi berKholwat, tapi rupanya ini menjadi kado spesial dari Alloh SWT yakni pernikahan barokah, InsyaAlloh
Alhamdulillah, Alloh mengamanahi kami menjadi guru bagi calon buah hati kami tiap hari. setidaknya inilah konsekuensi kasihsayang kami terhadap anak kami dengan beberapa prinsip-prinsip kami. kami mengajarkan banyak latihan hafalan Al-Qur’an dan memperdengarkan kalimah-kalimah toyyibah bagi calon jundi kami. 7 bulan belahan hati ada di kandungan istri Sholihakhu.Kami sadar bahwa kamilah yang akan dimintai tanggungjawab terhadap si kecil di hari akhir kelak.
3 hari sekali kami membimbing dia dalam kandungan untuk hanya memperdengarkan kalimat-kalimat yang mulia. sekarang dia memasuki menghafal surah An-Naas, setelah dia melalui tahap diperdengarkan surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash dan Al-Falaq (Anakku solih, … Akan ku Persembahkan engkau menjadi hamba Alloh Yang Sholih/Sholihah)
bagi saudaraku yang belum menikah, jangan coba-coba menempuh proses pernikahan dengan apa-apa yang dilarang oleh Alloh (ber-Kholwat/berdua-duaan dgn lawan jenis, apalagi pacaran dengan dalih apapuin) karena segala proses apapun dan cara apapun dengan tujuan untuk mencapai keridhoan Alloh tetapi didahului oleh tindakan yang dilarang Alloh, maka segala sesuatunya tidak akan pernah barokah.
Akhirnya saya mendoakan para pembaca agar dikaruniakan Suami atau Istri yang taat dan Sholih/Sholihah, oleh karena itu berdoa dan berdoa. dan yang lebih penting lagi adalah kalian harus menjadi sholeh dan sholehah dulu. karena pepatah mengatakan :” Kalau kalian pingin istri yang setabah Fatimah Az-Zahro, maka kalian harus menjadi Ali bin Abi Tholilb”.
Pembaca yang budiman, doakan kami juga agar dapat menjadi keluarga yang semakin ta’at kepada Penciptanya yakni Alloh Azza Wajalla.
Jazakumullohu khoiron katsiiroo…
November 2, 2007 pukul 3:12 am
Semoga buah hatinya kelak menjadi salah satu yang dipilih ALlah sebagai penjaga ayat2-Nya. Amin….
Keluarga Mulhadi-Bumi Lombok
Maret 31, 2009 pukul 2:20 pm
aslmlkm..sy kader PKS blora, tp karena ga pernah di blora alias di jogja jadi ga pernah mengikuti perkembangan partai, juga bingung g tahu calegnya siapa aja, antum da solusi kah?oh ya sekaian tanya da forum dunia maya juga ga?jazakillah khairan katsir